Site icon Victor's Cafeteria

Kenalan Sama Fish and Chips, Kuliner Renyah yang Jadi “Penyelamat” Bangsa Inggris!

Fish and Chips

Sejarah Fish and Chips – Kalau kamu mendengar kata “Inggris”, apa sih yang pertama kali terlintas di kepalamu? Jam besar Big Ben? Keluarga Kerajaan yang penuh drama? Ataukah kompetisi sepak bola Liga Inggris yang bikin begadang tiap akhir pekan?

Semua itu emang Inggris banget. Tapi, petualanganmu ke tanah Britania Raya belum bisa dianggap sah kalau kamu belum mencoba kuliner legendaris yang satu ini: Fish and Chips.

Sepintas, menu ini terlihat sangat sederhana, bahkan terkesan “biasa aja” untuk ukuran makanan yang menyandang status kuliner nasional. Bayangkan, cuma potongan ikan goreng tepung yang disajikan bersama kentang goreng. Nggak ada bumbu rempah yang kompleks layaknya rendang kita, nggak ada jaminan estetika tinggi layaknya fine dining Prancis.

Namun, jangan salah! Di balik kesederhanaannya, Fish and Chips menyimpan sejarah panjang yang epik, perang budaya yang seru, hingga fakta bahwa makanan ini pernah menjadi penentu moral bangsa Inggris saat menghadapi Perang Dunia.

Yuk, kita tarik kursi, siapkan garpu, dan bongkar cerita seru di balik renyahnya Fish and Chips yang legendaris ini!

Seni Memadukan Dua Benua: Asal-usul yang Mengejutkan

Meskipun hari ini dicap sebagai makanan ikonik Inggris, tahukah kamu kalau komponen utama Fish and Chips sebenarnya adalah “imigran” dari budaya luar? Ya, menu ini adalah produk fusion food kuno yang super sukses!

Mari kita bedah satu per satu:

Lalu, siapa makcomblang jenius yang menyatukan keduanya? Sejarah masih memperdebatkannya. Ada dua nama yang mencuat pada sekitar tahun 1860-an: Joseph Malin di London (seorang imigran Yahudi) dan John Lees di daerah Lancashire (Inggris Utara). Siapa pun orangnya, kombinasi ikan renyah dan kentang lembut ini langsung meledak di pasaran karena rasanya yang gurih, mengenyangkan, dan harganya yang murah meriah bagi para pekerja pabrik di era Revolusi Industri.

Lebih dari Sekadar Makanan: Pahlawan di Masa Perang Dunia

Ini bukan hiperbola. Fish and Chips memiliki tempat yang sangat sakral dalam sejarah modern Inggris, terutama saat Perang Dunia II berkecamuk.

Ketika pasokan makanan di Inggris menipis akibat blokade Jerman, pemerintah Inggris terpaksa memberlakukan sistem kupon (rationing) untuk hampir semua bahan makanan pokok—mulai dari daging, mentega, telur, hingga gula. Warga harus mengantre berjam-jam demi jatah makanan yang sangat sedikit.

Namun, ada satu makanan yang DILARANG oleh Perdana Menteri Winston Churchill untuk dibatasi: Fish and Chips.

Titah Churchill: Winston Churchill sadar betul bahwa menjaga perut rakyat tetap kenyang dengan makanan hangat dan lezat adalah kunci untuk menjaga moral dan mental bangsa agar tidak depresi di tengah hujan bom. Hasilnya, kedai Fish and Chips tetap buka, mengasapi jalanan Inggris dengan aroma gurih, dan menjadi simbol bertahan hidup masyarakat Britania.

Bahkan, tentara Inggris saat pendaratan D-Day di Normandia menggunakan kode kata “Fish” yang harus dijawab dengan “Chips” untuk mengidentifikasi sesama kawan di kegelapan malam!

Anatomi Fish and Chips Sempurna: Jangan Sampai Salah Pilih!

Meskipun terlihat mudah dibuat di rumah, menghasilkan Fish and Chips yang autentik dan bikin merem-melek membutuhkan standar yang ketat. Jika kamu memesannya di pub atau kedai tradisional Inggris (yang disebut Chippy), berikut adalah anatomi yang wajib kamu ketahui:

1. Jenis Ikan: Pilih Cod atau Haddock?

Dua ikan ini adalah penguasa utama menu Fish and Chips.

2. Adonan Tepung (The Batter) yang Bersuara “Kriuk!”

Rahasia kelezatan ikan goreng Inggris terletak pada adonannya. Tepung tidak boleh terlalu tebal seperti ayam goreng krispi Amerika. Tepung harus tipis, ringan, penuh rongga udara, dan renyah.

3. The Chips: Tebal dan Lembut di Dalam

Ingat, chips di Inggris bukan keripik kentang kantongan, dan bukan juga french fries kurus ala restoran cepat saji. Kentang untuk Fish and Chips dipotong tebal-tebal. Saat digoreng, bagian luarnya bertekstur garing tipis, sementara bagian dalamnya sangat lembut dan berasa fluffy seperti kentang tumbuk (mashed potato).

Kondimen Pendamping: Debat Cuka vs Saus Tomat

Cara makan Fish and Chips adalah medan pertempuran selera yang seru di Inggris. Orang lokal sejati biasanya akan menatapmu dengan heran jika kamu meminta saus sambal sasetan.

Secara tradisional, inilah teman setia Fish and Chips:

Tabel Perbandingan Singkat: Cara Makan Gaya Pub vs Gaya Chippy

Jika kamu ke Inggris, kamu bisa menikmati menu ini di dua tempat berbeda dengan suasana yang kontras:

Aspek Perbandingan Di dalam Pub Tradisional Di Kedai Pinggir Jalan (Chippy)
Vibe / Suasana Duduk santai, interior kayu, diiringi obrolan bola dan segelas bir Antre berdiri, makan di perjalanan, aroma minyak yang pekat
Penyajian Di atas piring porselen, garpu dan pisau lengkap Dibungkus kertas minyak tebal (dahulu menggunakan kertas koran bekas)
Harga Lebih mahal (£12 – £18 / Rp240k – Rp360k) Lebih ramah kantong (£6 – £10 / Rp120k – Rp200k)
Alat Makan Alat makan besi standar Garpu kayu kecil berkaki dua yang ikonik

Masa Depan Fish and Chips: Tetap Eksis di Era Modern

Meskipun diterjang oleh tren makanan kekinian, kebab, hingga burger, kedai-kedai Chippy di Inggris terbukti menolak punah. Di tahun 2026 ini, industri Fish and Chips terus beradaptasi. Banyak kedai kini menggunakan bahan-bahan bersertifikat sustainable fishing (penangkapan ikan ramah lingkungan) untuk menjaga kelestarian laut, serta menyediakan opsi adonan tepung bebas gluten (gluten-free) untuk gaya hidup sehat.

Bagi masyarakat Inggris, Fish and Chips bukan sekadar urusan mengisi perut kosong. Makanan ini adalah mesin waktu emosional. Ia membawa ingatan tentang liburan musim panas di tepi pantai yang berangin, momen makan malam keluarga di hari Jumat yang hangat, serta simbol kebersamaan tanpa memandang kelas sosial.

Kesimpulan: Kelezatan Universal dalam Kesederhanaan

Mengenal Fish and Chips mengajarkan kita satu hal: kelezatan sejati tidak selalu lahir dari bahan-bahan yang mahal atau teknik memasak yang rumit. Terkadang, dua bahan sederhana yang dieksekusi dengan teknik yang pas dan resep yang diwariskan turun-temurun justru bisa menaklukkan dunia—dan menyelamatkan sebuah bangsa dari depresi perang!

Jadi, jika suatu hari nanti kamu berkesempatan mengunjungi Inggris, abaikan sejenak dietmu. Carilah kedai Chippy lokal dengan antrean paling panjang, pesan satu porsi besar berkucur cuka malt, dan nikmati setiap gigitan renyahnya. Selamat menikmati kuliner legendaris sang “Sultan” Britania Raya!

Exit mobile version